PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong arah pembangunan daerah yang berlandaskan prinsip kelestarian lingkungan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara ekosistem dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam keterangannya, Norsan menyebut Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon. Hal ini didukung oleh luas kawasan hutan yang mencapai sekitar 8,4 juta hektare atau lebih dari setengah total wilayah provinsi.
Menurutnya, kondisi tersebut menempatkan Kalimantan Barat pada posisi strategis dalam menjaga stabilitas iklim, sekaligus menjadikan sektor kehutanan sebagai fondasi penting dalam pembangunan daerah.
“Kelestarian hutan bukan hanya isu lingkungan, tetapi menjadi dasar utama dalam pembangunan. Apalagi sebagian besar desa berada di dalam dan sekitar kawasan hutan, sehingga keberlanjutan ekosistem berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, pembangunan daerah harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Selain sebagai tanggung jawab bersama, hal tersebut juga dinilai membuka peluang dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat berbasis lingkungan.
Lebih lanjut, Norsan menyampaikan bahwa target Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola kehutanan, sekaligus menarik investasi di sektor ekonomi hijau dan rendah emisi.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, guna memastikan kebijakan pembangunan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam.(TR)

