KUBU RAYA – Sejumlah warga di Kabupaten Kubu Raya mengeluhkan sulitnya memperoleh gas LPG bersubsidi 3 kilogram serta tingginya harga jual di tingkat pangkalan. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyatakan bahwa secara umum ketersediaan LPG 3 kg masih dalam kondisi aman, namun pengawasan terhadap harga akan diperketat.
Sujiwo mengatakan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih ditemukan pangkalan yang menjual LPG 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp18.500 per tabung.
“Di beberapa pangkalan kami temukan harga jual Rp19.000, Rp20.000, bahkan sampai Rp21.000 per tabung. Padahal, untuk pangkalan yang berada dalam radius di bawah 60 kilometer dari SPBE, harga tidak boleh melebihi HET Rp18.500,” ujar Sujiwo saat meninjau operasi pasar di Kecamatan Sungai Kakap, Kamis (28/1/2026).
Ia menjelaskan, penyesuaian harga di atas HET hanya diperbolehkan bagi wilayah yang jaraknya lebih dari 60 kilometer dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), seperti Kecamatan Kubu, Terentang, Batu Ampar, hingga Padang Tikar, dengan perhitungan biaya distribusi tertentu.
“Misalnya harga dasar Rp18.500, ditambah ongkos kirim ke Padang Tikar sekitar Rp2.500, kemudian ditambah margin pangkalan Rp3.000. Maka HET di wilayah tersebut bisa mencapai Rp24.000. Namun untuk wilayah Sungai Kakap, Sungai Raya, Rasau Jaya, Ambawang, dan sekitarnya, karena radiusnya di bawah 60 kilometer, harga tetap Rp18.500,” jelasnya.
Untuk menertibkan distribusi dan harga LPG bersubsidi, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saat ini tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pengawasan LPG. Selain itu, menjelang bulan Ramadan, Pemkab juga berencana menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan LPG 3 kg.
“Kami akan melakukan operasi pasar dengan harga Rp15.000 per tabung. Harga normalnya Rp18.500, dan selisih Rp3.500 akan saya subsidi secara pribadi,” kata Sujiwo.
Ia menambahkan, harga dasar LPG 3 kg saat ini berada di angka Rp10.640 per tabung. Setelah pelaksanaan operasi pasar dan pendataan kebutuhan masyarakat, Pemkab Kubu Raya juga akan mengajukan tambahan kuota LPG bersubsidi kepada Pertamina.(Tr)


Tinggalkan Balasan