PONTIANAK – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat (BNNP Kalbar), Brigjen Pol Totok Lisdiarto mengajak lintas organisasi kemasyarakatan (Ormas) untuk bersama-sama mencegah dan memerangi penyalahgunaan narkoba di wilayah Kalimantan Barat.
Menurutnya upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum semata, seperti BNN dan kepolisian.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Silaturahmi Lintas Ormas bersama BNN Provinsi Kalimantan Barat di Weng Coffee, Reformasi Kota Pontianak, Jum’at 23 Januari 2026.
“Keterlibatan langsung masyarakat melalui ormas sangat dibutuhkan mengingat luasnya wilayah Kalbar dan kompleksitas peredaran narkoba,” ucapnya.
Ia menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki posisi geografis yang strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga rawan menjadi jalur masuk peredaran narkotika.
Kondisi tersebut menuntut adanya kerja sama yang masif antara pemerintah dan elemen masyarakat.
“Fokus utama upaya ini adalah melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, peran ormas sangat penting karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Melalui pendekatan sosial dan pengalaman lapangan, ormas dinilai mampu memberikan edukasi dan pencegahan yang lebih efektif.
Turut hadir di acara tersebut, Ketua lintas Ormas Melayu, Mulyadi, Ketua Pemuda Pancasila Abriansyah, Ketua IKBMK, Ruslan, Panglima satria pembela Melayu, Odeng, Panglima muda LPM, Ishak.
Kemudian, Ketua Lembaga kekerabatan Melayu, Hendy, Komandan KILL, Aaf, Ketua persaudaraan Bugis melayu, Daeng Fitra, Ketua Bala Komando Melayu, Mau Diansyah, perwakilan dari Istana Kadriah Pontianak Syarif Muhammad Rahman dan Penasehat Ambulance Gratis dan Pemadam Kebakaran Bala komando Melayu yang juga Kepala Desa Sungai Deras, Syahrus Shiyam.(Ki)


Tinggalkan Balasan