PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar untuk pertama kalinya menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan peluncuran Kalbar Corporate University.
Kepala BPSDM Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan penyelenggaraan PKN Tingkat II menjadi momentum penting dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di Kalimantan Barat.
“Ini mengukir sejarah baru karena pertama kali melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II. Momentum Hari Kemerdekaan ini menjadi penyemangat dalam pengembangan kompetensi,” ujar Windy, Selasa (18/8/2026).
Menurut Windy, PKN Tingkat II memiliki cakupan peserta secara nasional. Selain ASN dari Kalimantan Barat, pelatihan tersebut terbuka bagi ASN dari provinsi lain maupun kementerian dan lembaga.
“Bukan hanya pengembangan kompetensi ASN di Kalimantan Barat karena ini nasional. Siapa pun dari provinsi lain bisa ikut bergabung untuk melaksanakan pelatihan di sini,” katanya.
Selain PKN Tingkat II, BPSDM Kalbar juga meluncurkan Kalbar Corporate University. Konsep tersebut diarahkan untuk membangun budaya pembelajaran yang terintegrasi di lingkungan pemerintahan.
Windy menjelaskan, pengembangan kompetensi ASN tidak hanya dilakukan melalui pelatihan formal. Pembelajaran dapat diperoleh melalui pengalaman kerja, pembelajaran daring, diskusi, maupun berbagai metode pembelajaran lainnya.
“Pembelajaran tersebut sangat luas sekali. Dari pengalaman, kemudian pembelajaran secara daring, dari diskusi-diskusi. Dan inilah nanti yang akan terintegrasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerapan konsep Corporate University tidak hanya menjadi tanggung jawab BPSDM. Perangkat daerah juga diharapkan aktif dalam proses pembelajaran agar pengembangan kompetensi ASN sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Bukan hanya BPSDM, tetapi perangkat daerah juga harus aktif. Karena ini menjawab kebutuhan organisasi yang nantinya harus berdampak bagi masyarakat,” kata Windy.
Melalui konsep tersebut, ia berharap ASN di Kalimantan Barat semakin inovatif dan adaptif serta mampu meningkatkan kinerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, PKN Tingkat II tahun 2026 telah dimulai dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui metode klasikal dan nonklasikal.
Pada tahap awal, peserta mengikuti pembelajaran klasikal atau tatap muka selama tiga hari. Selanjutnya, pembelajaran dilanjutkan melalui pertemuan daring menggunakan Zoom, pembelajaran jarak jauh, serta pembelajaran mandiri.
Peserta kemudian akan kembali mengikuti tahapan pembelajaran klasikal di BPSDM Provinsi Kalbar hingga seluruh rangkaian pelatihan selesai pada Desember 2026.
Untuk penyelenggaraan perdana pada 2026, BPSDM Kalbar menetapkan kuota minimal 35 peserta. Menurut Windy, jumlah tersebut belum dapat mengakomodasi seluruh minat peserta yang ingin mengikuti PKN Tingkat II di Kalimantan Barat.
“Untuk tahun ini kita mengambil kuota minimal 35 orang. Karena pertama, jadi kuota kami minimal 35 orang. Tapi tahun 2027, atas izin dari Pak Gubernur, kami membuka 70 kuota,” tuturnya.
Windy mengatakan, minat terhadap pelaksanaan PKN Tingkat II di Kalimantan Barat juga datang dari kementerian, lembaga, serta pemerintah provinsi lain.
“Dari pusat, kementerian lembaga serta provinsi lain juga banyak yang ingin mengikuti. Insyaallah di tahun 2027 ke depan benar-benar terbuka secara nasional pesertanya,” pungkasnya.(TR)

