PONTIANAK — Pasangan ganda campuran Indonesia, Apriyani Rahayu/Dejan Ferdinansyah, meraih gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah memenangkan pertandingan final yang berlangsung sengit di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak.
Apriyani/Dejan harus melalui pertandingan tiga gim menghadapi pasangan Chinese Taipei, Lin/Sun. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Apriyani/Dejan dengan skor 21-25, 25-27, 21-19.
Dejan mengakui pertandingan final berlangsung dalam tekanan. Keinginan untuk meraih gelar juara membuatnya sempat merasa tegang pada awal pertandingan.
“Tadi di gim pertama memang sempat tegang karena saya ingin banget menang. Tapi kami coba terus fokus,” ujar Dejan.
Memasuki gim kedua dan ketiga, Apriyani/Dejan berupaya mengembalikan fokus dengan tidak terlalu memikirkan perolehan angka. Keduanya memilih berkonsentrasi pada permainan sendiri serta menjaga komunikasi di lapangan.
Menurut Dejan, lawan memiliki pola permainan yang sempat membuat mereka kesulitan beradaptasi. Namun, Apriyani/Dejan berusaha menjaga kepercayaan satu sama lain hingga mampu mengamankan gim penentuan.
“Kami lebih fokus ke diri sendiri. Saya dan Apri cukup saling percaya. Bola apa pun, kami tetap saling percaya dan sebelum bola mati kami harus terus siap,” katanya.
Dukungan penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani turut memberikan semangat bagi Apriyani/Dejan sepanjang pertandingan. Apriyani mengapresiasi antusiasme masyarakat Pontianak yang hadir menyaksikan laga final tersebut.
“Terima kasih buat para penonton yang ada di sini, warga Pontianak. Sampai tadi kami main pun semangatnya luar biasa. Terima kasih atas antusiasinya,” kata Apriyani.
Kemenangan tersebut disambut positif oleh Apriyani/Dejan. Setelah menyelesaikan pertandingan final, keduanya berencana memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sebelum kembali mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya.
“Alhamdulillah, untuk hasil hari ini kami cukup senang. Setelah ini kami akan beri waktu untuk badan dan pikiran beristirahat, kemudian kami kumpulkan fokus lagi,” ujar Apriyani.
Gelar juara di Pontianak menjadi hasil penting bagi Apriyani/Dejan setelah melalui rangkaian pertandingan di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Apriyani menyebut menjaga fokus dari satu poin ke poin berikutnya menjadi salah satu kunci mereka dalam menghadapi tekanan pada pertandingan final.
“Pokoknya kami tidak mau fokus dengan poin. Kami mau fokus bagaimana cara bermain di lapangan, satu poin demi satu poin. Alhamdulillah akhirnya bisa mengambil poin lagi,” tutur Apriyani.(TR)

