PONTIANAK — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan pentingnya percepatan operasional penuh Terminal Internasional Kijing sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menilai, belum optimalnya fungsi pelabuhan tersebut berdampak pada potensi kehilangan pendapatan daerah. Pasalnya, pencatatan hasil sumber daya alam Kalimantan Barat masih banyak dilakukan di luar daerah, meskipun komoditas berasal dari wilayah setempat.

“Kita kehilangan potensi besar karena hasil alam tercatat di daerah lain. Ini perlu segera dibenahi dengan mengoptimalkan Pelabuhan Kijing,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Krisantus juga mendorong percepatan pembangunan akses menuju pelabuhan, baik melalui jalan tol maupun jalur alternatif lainnya. Menurutnya, keterbatasan akses menjadi salah satu kendala utama dalam memaksimalkan peran pelabuhan sebagai pusat logistik.

Ia menambahkan, meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan pelabuhan, termasuk potensi kemacetan, dapat menjadi indikator positif yang mendorong perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur.

“Jika aktivitas meningkat hingga terjadi kepadatan, itu menunjukkan ekonomi bergerak. Kondisi tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan akses,” katanya.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar operasional Pelabuhan Dwikora tetap berjalan optimal. Tantangan seperti pendangkalan alur Muara Kapuas dinilai masih memengaruhi distribusi logistik, terutama untuk kebutuhan penting seperti bahan bakar dan oksigen medis.

Dalam pengembangan ekosistem ekonomi pelabuhan, Krisantus turut mendorong keterlibatan Bank Kalbar agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menyatakan komitmennya untuk mempercepat operasional penuh Terminal Kijing. Pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi simpul logistik utama yang dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang serta daya saing ekspor Kalimantan Barat.

Pengembangan infrastruktur juga terus dilakukan, meliputi penambahan dermaga, pembangunan sistem conveyor, serta integrasi kawasan industri dengan pelabuhan. Upaya ini diharapkan mampu menekan biaya logistik yang selama ini masih didominasi oleh sektor transportasi darat.

Dengan berbagai langkah tersebut, Terminal Kijing ditargetkan menjadi pusat logistik modern dan efisien guna mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara berkelanjutan. (TR)