JAKARTA — Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan sedikitnya enam proyek hilirisasi yang akan mulai dibangun dalam waktu dekat. Sejumlah proyek tersebut mencakup pengolahan bauksit hingga energi terbarukan dan sektor peternakan.

Presiden Prabowo mengatakan, jumlah proyek hilirisasi yang disiapkan bahkan bisa mencapai 11 proyek dengan nilai investasi sekitar US$ 6 miliar atau setara Rp101,05 triliun.

“Minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11. Nilainya kurang lebih US$ 6 miliar dan kita akan menerima investasi besar-besaran dari luar,” ujar Prabowo saat peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip Selasa (13/1/2026).

Enam proyek tersebut meliputi pengolahan bauksit, pengembangan bioavtur, pembangunan pabrik bioetanol, serta fasilitas budidaya unggas terintegrasi.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut, salah satu proyek hilirisasi strategis akan dibangun di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

“Bauksit, refinery aluminium di Mempawah. Kemudian refinery di Cilacap dan di Banyuwangi. Totalnya sekitar lima proyek,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (8/12/2025).

Di Kalimantan Barat, terdapat dua proyek utama yang direncanakan di Mempawah. Pertama, proyek pengembangan industri smelter aluminium dari alumina dengan nilai investasi sekitar US$ 2,4 miliaratau setara Rp40,5 triliun.

Kedua, pembangunan fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) dari bauksit dengan nilai investasi sekitar US$ 890 juta atau sekitar Rp15 triliun.(Ki)