KUBU RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong penguatan pendidikan kejuruan di Kecamatan Batu Ampar melalui pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru.

Dalam kunjungannya, Krisantus menyempatkan diri masuk ke sejumlah ruang kelas untuk menyapa siswa dan guru. Ia memberikan motivasi kepada para pelajar agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, serta membangun karakter sejak dini.

“Tidak ada yang tahu masa depan. Bisa jadi dari sekolah ini lahir pemimpin-pemimpin daerah. Terus belajar, perkuat ilmu dan karakter,” ujar Krisantus kepada para siswa, Selasa (27/1/2026).

Selain berdialog dengan siswa, Wagub juga meninjau kondisi fisik bangunan sekolah. Ia menilai sebagian fasilitas pendidikan di Batu Ampar memerlukan perhatian serius, terutama karena SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Kondisi bangunan ada yang sudah kurang layak. Menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi untuk memastikan sekolah-sekolah, baik SMA, SMK, maupun SLB, memiliki sarana dan prasarana yang memadai,” katanya.

Krisantus menegaskan, pengembangan pendidikan di Batu Ampar sebaiknya diarahkan pada pendidikan kejuruan. Menurutnya, pembangunan SMK dinilai lebih tepat dibandingkan penambahan SMA baru.

“Kalau dibangun SMA lagi, jaraknya terlalu dekat dengan sekolah yang sudah ada. Yang dibutuhkan di sini justru SMK agar anak-anak punya keterampilan dan siap masuk dunia kerja,” tegasnya.

Ia menyebutkan Desa Sungai Jawi sebagai salah satu lokasi potensial pembangunan SMK, mengingat lahan telah tersedia dan dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal, menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat usulan pembangunan SMA dari masyarakat. Namun setelah dilakukan kajian, opsi pembangunan SMK dinilai lebih relevan.

“Kendala utama saat ini adalah ketentuan dari pemerintah pusat yang mensyaratkan lahan minimal 5 hektare untuk pendirian SMK, sementara lahan yang tersedia baru sekitar 2 hektare,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan mengupayakan solusi dengan mengusulkan pemanfaatan lahan yang ada, serta melibatkan masyarakat sekitar untuk mendukung kebutuhan lahan praktik siswa.

“Ini akan kami komunikasikan lebih lanjut agar kebutuhan pendidikan kejuruan di Kecamatan Batu Ampar tetap bisa direalisasikan,” pungkasnya.(TR)