PONTIANAK – Bank Kalbar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital dengan modus cashback, giveaway, voucher belanja, hingga promosi hadiah yang disebarkan melalui email, WhatsApp, maupun media sosial.
Modus tersebut umumnya menawarkan keuntungan atau hadiah dalam waktu singkat. Namun, di balik tawaran tersebut, pelaku diduga berupaya memperoleh data pribadi dan informasi perbankan korban untuk mengambil alih akses rekening.
Kepala Divisi Teknologi Informasi Bank Kalbar, Toni Darmawan, mengatakan salah satu modus yang kerap digunakan adalah phishing. Pelaku mengirimkan pesan yang seolah-olah berasal dari layanan resmi dan menyertakan tautan promosi.
Ketika tautan tersebut diakses, korban dapat diarahkan ke situs yang menyerupai layanan resmi dan diminta memasukkan informasi rahasia, seperti user ID, PIN, password, hingga kode One Time Password (OTP).
“Kadang masyarakat sulit membedakan mana email yang benar dan mana yang palsu. Karena itu, jangan langsung percaya. Pastikan terlebih dahulu sumber pengirimnya dan hindari membuka tautan atau file dari pihak yang tidak dikenal,” ujar Toni.
Waspadai Tawaran Cashback Tidak Wajar
Bank Kalbar mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penawaran yang dinilai tidak wajar, seperti cashback 100 persen, saldo gratis, hadiah bernilai besar tanpa syarat yang jelas, maupun promosi dengan batas waktu yang mendesak penerima segera bertindak.
Menurut Bank Kalbar, pola tersebut dapat dimanfaatkan pelaku untuk menciptakan rasa panik atau terburu-buru sehingga calon korban memberikan informasi penting tanpa melakukan verifikasi.
Bank Kalbar juga menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya memberikan data rahasia perbankan melalui tautan yang dikirim lewat pesan pribadi, email yang tidak jelas sumbernya, maupun akun media sosial yang tidak terverifikasi.
Tips Menghindari Penipuan Digital
Untuk mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital, Bank Kalbar membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain:
- Tidak mudah percaya terhadap tawaran cashback atau hadiah dengan nilai yang tidak wajar.
- Memeriksa alamat email, nomor WhatsApp, serta akun media sosial pengirim.
- Menghindari tautan yang meminta pengguna melakukan login atau memasukkan data perbankan.
- Tidak memberikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun.
- Memastikan informasi terkait promo diperoleh melalui website, aplikasi, atau media sosial resmi Bank Kalbar.
- Menghubungi layanan resmi Bank Kalbar apabila menerima pesan atau tawaran yang mencurigakan.
Selain modus cashback palsu, Toni juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap akun media sosial yang menggunakan nama, logo, maupun tampilan yang menyerupai akun resmi bank.
Menurutnya, pelaku dapat memanfaatkan momentum tertentu, seperti program promosi, hari besar, maupun periode pencairan gaji, untuk menyebarkan tautan atau informasi yang mengarah pada penipuan.
“Dunia digital memberikan banyak kemudahan, tetapi juga memiliki risiko. Kunci utama agar tetap aman adalah tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan,” tegas Toni.
Bank Kalbar berharap peningkatan literasi digital dapat membantu masyarakat mengenali berbagai modus penipuan dan menjaga keamanan informasi pribadi maupun perbankan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan digital secara lebih aman.

