PONTIANAK – Manajemen Proyek Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat Site Pontianak meluncurkan program Reward HSE (Health, Safety and Environment) sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan proyek.
Program penghargaan yang diterapkan pada proyek yang dikerjakan oleh WIKA-CIPTA-WEGE KSO tersebut diberikan kepada mandor dan staf yang dinilai konsisten menerapkan standar keselamatan kerja serta mendukung pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
Site Manager HSE Sekolah Rakyat Kalbar Site Pontianak, Melva, mengatakan keselamatan kerja menjadi prioritas utama untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan aman, produktif, dan sesuai target.
“Komitmen ini dilakukan agar seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman, sehat, dan produktif sehingga target mutu, waktu, dan biaya proyek dapat tercapai tanpa mengabaikan keselamatan kerja,” ujarnya.
Menurut Melva, Reward HSE diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pekerja yang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap budaya keselamatan kerja, disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD), serta aktif mencegah potensi risiko di lingkungan proyek.
Selain memberikan penghargaan, manajemen proyek juga memperketat pengawasan melalui program Fit To Work (FTW) yang dilaksanakan setiap pagi dan malam sebelum pekerja memasuki area proyek.
Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi fisik dan mental pekerja dipastikan dalam keadaan sehat dan layak bekerja sehingga risiko kecelakaan akibat kelelahan atau gangguan kesehatan dapat diminimalkan.
“Pekerja yang mengalami kelelahan, sakit, atau kondisi tertentu yang berpotensi memengaruhi aktivitas kerja akan ditangani terlebih dahulu sebelum memasuki area proyek,” jelas Melva.
Sebagai bagian dari penerapan budaya keselamatan, seluruh pekerja juga wajib mengikuti Safety Morning Talk (SMT) setiap hari sebelum aktivitas dimulai. Kegiatan ini digunakan untuk menyampaikan informasi keselamatan, mengevaluasi pekerjaan sebelumnya, serta mengidentifikasi potensi bahaya yang mungkin muncul selama pekerjaan berlangsung.
Sementara itu, tenaga kerja baru diwajibkan mengikuti Safety Induction guna memahami aturan keselamatan proyek, penggunaan APD, jalur evakuasi, hingga prosedur pelaporan insiden.
Untuk pekerjaan berisiko tinggi, khususnya di area ketinggian, manajemen menerapkan standar keselamatan ketat dengan mewajibkan penggunaan full body harness, lifeline, dan perlengkapan keselamatan lainnya sesuai regulasi K3 konstruksi.
Selain fokus pada keselamatan, manajemen proyek juga menyediakan program extra fooding berupa tambahan makanan dan minuman bergizi guna menjaga stamina pekerja yang menjalankan aktivitas fisik tinggi.
Melva berharap melalui Reward HSE dan berbagai program pendukung lainnya, budaya “Safety First” dapat semakin tertanam di lingkungan proyek sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secara aman, berkualitas, dan tepat waktu.
“Keselamatan bukan hanya kewajiban, tetapi budaya yang harus dibangun bersama. Melalui Reward HSE ini kami ingin memberikan penghargaan kepada pekerja yang menjadi teladan dalam penerapan K3 di proyek,” tegasnya.

