PONTIANAK – Hidup tidak selalu dimulai dari tempat yang mudah. Willy Leonardi, pemuda asal Pontianak, Kalimantan Barat, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih masa depan gemilang. Dari keluarga sederhana yang serba kekurangan.

Willy kini sukses meniti karier di Australia sebagai seorang chef dengan penghasilan fantastis mencapai Rp60 juta hanya dalam waktu empat minggu.

Lahir di Pontianak pada tahun 1998, Willy tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hidup pas-pasan. Masa kecilnya penuh dengan keterbatasan, bahkan untuk makan pun seringkali menjadi tantangan.

“Dulu untuk makan saja susah. Dari situ saya bertekad, saya harus bisa mengubah hidup,” kenang Willy.

Tekad itu terus tertanam dalam dirinya, mendorongnya untuk terus mencari jalan keluar dari lingkaran kemiskinan.

Sebelum berangkat ke luar negeri, Willy sempat bekerja sebagai sales sembako di Indonesia. Namun pekerjaan itu bukan tanpa tantangan. Target tinggi dan tekanan dari pelanggan menjadi makanan sehari-hari. Salah satu pengalaman pahit yang tak pernah ia lupakan adalah saat ia dimarahi dan bahkan disiram air oleh pelanggan.

“Kalau terus begini, hidup saya tidak akan berubah,” ujar Willy dengan nada getir.

Titik balik datang di awal tahun 2022. Seorang sahabat, atau lebih tepatnya ayah dari sahabatnya, memberinya saran yang sederhana namun mengena: “Mending kamu berangkat, at least ke Aussie.” Kalimat itu melekat di hati, menjadi pemicu keberanian untuk mengadu nasib di Negeri Kanguru.

Berbekal tekad dan keberanian, Willy memutuskan hijrah ke Australia di awal 2023. Di negeri orang, ia memulai semuanya dari nol sebagai pencuci piring di sebuah restoran. Profesi yang mungkin dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, namun bagi Willy justru menjadi fondasi penting yang mengajarkannya arti kerja keras dan disiplin.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 2025, kerja keras itu mulai membuahkan hasil. Willy berhasil naik tingkat menjadi chef di restoran tempat ia bekerja. Gajinya pun melonjak drastis: dalam empat minggu, ia bisa mengantongi penghasilan hingga Rp60 juta.

Willy menyadari bahwa kisah hidupnya bukan hanya tentang dirinya, tapi juga tentang harapan bagi generasi muda lainnya. Ia selalu memegang teguh satu prinsip hidup.

“Jangan takut gagal, takutlah kalau kamu tidak pernah mencoba.”

Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman, serta komitmen untuk terus mencoba meski gagal berkali-kali.

Kisah Willy Leonardi adalah cermin dari banyak mimpi yang mungkin belum berani diwujudkan oleh anak-anak muda di Indonesia. Dari lorong sempit kehidupan di Pontianak, kini ia bisa berdiri tegak di dapur restoran Australia. Kisah ini membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama ada kemauan, kerja keras, dan keberanian untuk mencoba.(Ki)