PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi melepas calon jemaah haji Provinsi Kalimantan Barat tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Senin (4/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sejumlah pesan agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan meraih haji mabrur.
Ria Norsan menegaskan bahwa kesabaran merupakan kunci utama dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Ia mengibaratkan pentingnya kesabaran melebihi bekal materi yang dibawa.
“Dalam ibadah haji ini, yang paling utama adalah kesabaran. Kalau ongkosnya satu karung, maka kesabarannya harus sepuluh karung,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan jemaah untuk menjaga sikap selama berada di Tanah Suci dengan menghindari tiga hal yang dilarang dalam ibadah haji, yakni rafas (perkataan kotor), fusuq (perbuatan buruk), dan jidal (perdebatan).
“Jaga ucapan dan perbuatan, serta hindari perdebatan agar ibadah haji dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kondisi kesehatan, terutama saat puncak ibadah haji di Arafah. Menurutnya, kondisi fisik yang prima akan sangat mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah.
“Wukuf di Arafah adalah puncak haji. Karena itu, kesehatan harus benar-benar dijaga, serta tetap kompak dan saling mendukung,” tambahnya.
Tak hanya kepada jemaah, Ria Norsan juga berpesan kepada petugas haji agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan pelayanan kepada jemaah.
“Petugas harus melayani jemaah dengan ikhlas dan mengutamakan kepentingan jemaah selama menjalankan ibadah,” tegasnya.
Pelepasan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi seluruh calon jemaah haji asal Kalimantan Barat untuk menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.(TR)
