PONTIANAK – Aksi unjuk rasa mahasiswa terjadi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, turun langsung menemui massa aksi untuk mendengarkan aspirasi sekaligus memberikan penjelasan terkait sejumlah isu yang disampaikan.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Gubernur memilih membuka ruang dialog terbuka sebagai langkah meredam ketegangan dan memastikan aspirasi mahasiswa tersampaikan secara langsung.
Sementara itu, dalam pertemuan mahasiswa ikut menyuarakan berbagai persoalan, mulai dari isu sosial, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat.
Menanggapi hal itu, Ria Norsan menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi turut mengawal jalannya pembangunan di daerah.
“Kami terbuka terhadap masukan. Apa yang menjadi aspirasi adik-adik mahasiswa tentu akan kami pelajari dan tindak lanjuti. Mari kita kawal bersama pembangunan Kalimantan Barat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan, sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalbar memastikan akan menelaah setiap poin tuntutan yang disampaikan serta memberikan respons secara komprehensif dalam waktu yang ditentukan.(TR)

