PONTIANAK

– Dalam rangka memperingati Hari Thalassemia Sedunia 2026, program ASN Kalbar Peduli yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Barat menggelar seminar kesehatan guna meningkatkan literasi masyarakat terkait thalassemia.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami penyebab, gejala, penanganan, hingga langkah pencegahan thalassemia melalui deteksi dan pemeriksaan sejak dini.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan tenaga kesehatan dan akademisi, yakni Prof. Dr. dr. Pustika Amalia, Sp.A(K) dari Universitas Indonesia, dr. Enny, Sp.PK, Subsp. BRKT(K) selaku Ketua Perhimpunan Dokter Transfusi Darah Indonesia Cabang Kalimantan Barat, serta dr. Nevita, M.Sc, Sp.A dari RSUD dr. Soedarso Pontianak. Kegiatan dipandu moderator dr. Fujiyanto, Sp.PD.

Melalui seminar tersebut, ASN Kalbar Peduli mendorong pentingnya pendidikan kesehatan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kasus thalassemia di masa mendatang. Edukasi mengenai skrining pranikah, pemeriksaan kesehatan, serta pentingnya deteksi dini dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Selain menjadi ruang berbagi wawasan bersama para narasumber, seminar itu juga mengajak masyarakat membangun kepedulian terhadap penyandang thalassemia. Dukungan keluarga, lingkungan, dan kesadaran kolektif disebut memiliki peran penting dalam membantu penyandang thalassemia memperoleh kualitas hidup yang lebih baik menuju Indonesia Emas 2045.(ki)