PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat kolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Seminar Perempuan bertema “Perempuan Sehat, Berdaya, dan Berwawasan Kebangsaan” sebagai upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan keluarga, kesehatan masyarakat, serta ketahanan sosial dan budaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan organisasi kemasyarakatan (ormas), khususnya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Seminar ini diikuti sebanyak 114 peserta, yang terdiri atas pengurus Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat, pengurus DWP Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, anggota DWP unsur pelaksana se-Kalimantan Barat, serta perwakilan Yayasan Kanker Indonesia dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kalimantan Barat.

Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Materi pertama disampaikan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat mengenai Peran Dharma Wanita Persatuan dalam Membangun Keluarga Kuat dan Sehat. Selanjutnya, Ketua SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD dr. Soedarso Pontianak memaparkan materi mengenai Penanganan Kanker Serviks. Adapun Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kalimantan Barat menyampaikan materi Membangun Wanita Sehat Peduli Kanker.

Melalui seminar ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, dan masyarakat semakin kuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, mengatakan perempuan memiliki peran sentral dalam membangun keluarga yang sehat sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

“Perempuan adalah pilar utama dalam keluarga. Ketika perempuan sehat, berdaya, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, maka ia akan mampu melahirkan keluarga yang sehat, tangguh, dan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas,” ujar Windy.

Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan perempuan, khususnya pencegahan kanker serviks, perlu terus diperluas agar masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan reproduksi.

“Melalui seminar ini kami ingin mendorong para anggota Dharma Wanita Persatuan menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh hari ini diharapkan dapat diteruskan kepada orang-orang di sekitar sehingga kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan perempuan semakin meningkat,” katanya.

Windy menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun keluarga yang berkualitas.

“Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai

kebangsaan. Karena itu, perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak yang tidak hanya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga menanamkan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air kepada generasi muda,” tuturnya.(ki)