PONTIANAK – Komunitas motor adventure Versys Owners Indonesia (VOID) kembali menggelar agenda tahunan bertajuk Call of VOID Touring 3 Nation pada 9–16 Mei 2026. Kegiatan touring ke-12 tersebut menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya peserta menjelajahi tiga negara di Pulau Borneo.
Perwakilan VOID, Nouval, mengatakan kegiatan tahun ini diikuti sekitar 80 unit motor dengan jumlah peserta lebih dari 100 orang. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
“Chapter yang hadir cukup banyak, mulai dari DKI Jakarta, Bekasi, Bandung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumatera, bahkan ada peserta dari Italia,” ujar Nouval saat diwawancarai di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (10/5/2026).
Ia menjelaskan, rute touring dimulai dari Kota Pontianak menuju perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Brunei Darussalam sebelum kembali ke Indonesia dan berakhir di Kota Singkawang.
“Total perjalanan yang ditempuh sekitar 2.800 kilometer,” katanya.
Menurut Nouval, Call of VOID merupakan agenda tahunan yang selalu menghadirkan rute berbeda setiap tahun. Pada tahun sebelumnya kegiatan digelar di Pulau Sulawesi, sedangkan tahun ini dipusatkan di Pulau Borneo.
“Ini Call of VOID ke-12. Setiap tahun kami berpindah pulau dan mencoba menghadirkan pengalaman baru bagi peserta,” ujarnya.
VOID dikenal sebagai komunitas pengguna motor adventure berkapasitas mesin 250 cc ke atas. Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, komunitas tersebut telah menjelajahi berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Flores hingga Sulawesi.
Nouval menilai touring lintas daerah maupun lintas negara memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta, terutama dalam menikmati keindahan alam Indonesia.
“Kami bisa menikmati berbagai panorama alam, mulai dari perbukitan di Jawa, pegunungan dan pantai di Sulawesi, hingga kawasan wisata di Flores dan Labuan Bajo,” ungkapnya.
Namun, ia mengakui perjalanan jarak jauh juga memiliki tantangan, mulai dari kondisi medan hingga proses administrasi saat melintasi negara lain.
“Perjalanannya cukup melelahkan dan risikonya juga tinggi. Apalagi ketika masuk ke luar negeri, ada sejumlah persyaratan administrasi yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, VOID berharap komunitas motor Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional serta mampu mempererat solidaritas antaranggota komunitas otomotif.
“Harapannya ke depan kami bisa menjelajahi rute yang lebih menantang dan menghadirkan pengalaman baru lagi,” tutup Nouval.(TR)
