PONTIANAK – Musisi asal Kalimantan Barat, Acu Tison, merilis karya terbaru bertajuk “Kaseh Lebaran”yang mengangkat nilai kebersamaan serta kecintaan terhadap budaya Melayu lokal. Lagu ini hadir sebagai upaya menghadirkan nuansa baru dalam perayaan Hari Raya Idulfitri.

Acu Tison mengatakan, selama ini lagu-lagu Lebaran yang kerap diputar di tengah masyarakat masih didominasi karya dari luar daerah, khususnya Malaysia. Hal tersebut mendorong dirinya untuk menciptakan lagu dengan perspektif lokal Kalimantan Barat.

“Biasanya setiap tahun kita mendengar lagu Lebaran dari luar. Dari situ muncul keinginan untuk menghadirkan karya sendiri yang bisa dibanggakan, khususnya dari Kalimantan Barat,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (20/3/2026).

Lagu “Kaseh Lebaran” mengangkat makna Idulfitri sebagai momen penuh kebahagiaan sekaligus kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan berbagi kasih sayang dengan keluarga maupun kerabat.

“Intinya tentang kasih sayang dan menyambung kembali silaturahmi. Ada juga pesan moral dalam liriknya, seperti mengingatkan bahwa belum tentu kita bisa bertemu lagi di tahun berikutnya,” jelasnya.

Dalam proses kreatif, Acu Tison mengaku membutuhkan waktu cukup panjang pada tahap penulisan lirik guna menyesuaikan dengan nuansa budaya Melayu. Sementara itu, proses produksi musik hingga rekaman dilakukan dalam waktu relatif singkat.

“Untuk aransemen hingga rekaman hanya memakan waktu sekitar tiga hari, kemudian satu hari untuk produksi video klip. Tantangannya karena waktunya cukup terbatas menjelang Lebaran,” katanya.

Lagu ini juga melibatkan kolaborasi sejumlah musisi lokal Kalimantan Barat dari berbagai genre, seperti Melayu dan dangdut, sehingga memperkaya warna musik yang dihadirkan.

Ia menambahkan, “Kaseh Lebaran” kental dengan unsur budaya dan bahasa Melayu Kalimantan Barat, baik dari segi lirik maupun aransemen musik. Menurutnya, penting bagi musisi untuk tetap mempertahankan identitas lokal dalam berkarya.

“Kita harus percaya diri dengan budaya dan bahasa sendiri. Jika daerah lain bisa dikenal luas dengan ciri khasnya, kita juga harus mampu memperkenalkan Melayu Kalbar ke tingkat nasional,” ujarnya.

Saat ini, lagu “Kaseh Lebaran” telah tersedia di platform YouTube lengkap dengan video klip resmi yang diproduksi bersama tim kreatif lokal Pontianak. Ke depan, karya tersebut juga direncanakan hadir di berbagai platform digital lainnya.

Acu Tison berharap lagu tersebut dapat diterima oleh masyarakat luas, tidak hanya di kalangan Melayu, tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Harapannya lagu ini bisa dinikmati semua kalangan dan menjadi inspirasi untuk terus mencintai serta mengangkat budaya lokal,” tutupnya.(TR)