PONTIANAK – Prestasi membanggakan kembali diraih putri asal Kalimantan Barat. Nadhira Azmi Falisha, siswi kelas 1 SD Muhammadiyah 2 Pontianak berusia enam tahun, terpilih sebagai salah satu penerima Anugerah Anak Indonesia Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Kreasi Cipta Muda Berkarya (KCMB).

Nadhira merupakan putri kedua dari pasangan Adetya dan Andri. Di usia yang masih belia, ia telah mengukir sejumlah prestasi di bidang modeling dan pemilihan duta anak.

Ibunda Nadhira, Ade Tia Eltika, mengatakan bakat putrinya mulai diasah sejak berusia sekitar tiga tahun. Saat itu, Nadhira bergabung dengan Sanggar Ina Production untuk mempelajari dunia modeling dan hingga kini masih aktif mengikuti berbagai kegiatan serta pelatihan di sanggar tersebut.

“Nadhira mulai belajar modeling di Sanggar Ina Production sejak usia tiga tahun. Sampai sekarang masih terus berlatih dan mengikuti berbagai kegiatan maupun perlombaan,” ujar Ade, Sabtu (18/7/2026).

Berbagai kompetisi yang diikuti membuahkan hasil. Pada 2025, Nadhira berhasil meraih gelar Duta HIV Cilik 2025, yang menjadi salah satu pencapaian awal dalam perjalanan prestasinya.

Pada 2026, Nadhira kembali memperoleh penghargaan setelah terpilih sebagai penerima Anugerah Anak Indonesia Awards 2026. Menurut Ade, penghargaan tersebut tidak diperoleh melalui ajang perlombaan, melainkan melalui proses seleksi oleh penyelenggara.

“Awalnya kami dihubungi melalui direct message (DM) Instagram oleh pihak penyelenggara. Setelah itu mereka meminta nomor WhatsApp kami, lalu menyampaikan bahwa Nadhira terpilih sebagai salah satu perwakilan dari Kalimantan untuk menerima Anugerah Anak Indonesia,” jelasnya.

Karena penghargaan tersebut bukan merupakan ajang kompetisi, persiapan yang dilakukan lebih difokuskan pada kesiapan menghadiri malam penganugerahan yang akan digelar di Jakarta.

Selain menyandang gelar Duta HIV Cilik 2025, Nadhira juga saat ini menjabat sebagai Putri Pelajar Kalimantan Barat 2026, sehingga semakin memperkuat kiprahnya sebagai anak berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

Ade berharap berbagai pencapaian yang diraih putrinya menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, bukan menjadi alasan untuk cepat merasa puas.

“Saya berharap Nadhira tetap rendah hati, rajin belajar, terus semangat mengembangkan bakatnya, dan tidak cepat puas dengan prestasi yang sudah diraih,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Nadhira bercita-cita menjadi Putri Indonesia di masa depan. Menurutnya, berbagai pengalaman dan prestasi yang diraih sejak usia dini diharapkan dapat menjadi bekal untuk mewujudkan cita-cita tersebut sekaligus menginspirasi anak-anak lain agar terus berani berkarya dan berprestasi.(Ki)