PONTIANAK – Sekretaris Jenderal China Fisheries Association Arowana Branch, Gao Baoliang, mengungkapkan tingginya minat masyarakat Tiongkok terhadap ikan arwana asal Indonesia, khususnya dari Pontianak, Kalimantan Barat.
Menurut Gao, budaya memelihara ikan di Tiongkok telah menjadi bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat. Ikan arwana dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kemakmuran, dan kekayaan.
“Masyarakat Tiongkok memang memiliki kebiasaan dan hobi memelihara ikan. Arwana dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran,” ujarnya saat menghadiri kontes arwana internasional di Pontianak Convention Centre, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, pecinta arwana di China memiliki penilaian tersendiri terhadap kualitas ikan. Jika di beberapa negara bentuk tubuh menjadi perhatian utama, kolektor di Tiongkok lebih mengutamakan warna dan keindahan sirip.
“Di China, yang paling diperhatikan adalah warna dan siripnya. Semakin merah warnanya, semakin bagus dan semakin mahal nilainya,” katanya.
Menurut Gao, arwana berwarna merah menyala menjadi jenis yang paling diminati di pasar China. Meski demikian, selera kolektor tetap beragam, termasuk ada yang menyukai tipe short tail maupun short body.
“Kalau di Tiongkok, bentuk tubuh bukan yang utama. Yang paling penting itu warna, ekor, dan sirip,” jelasnya.
Ia juga menyebut Indonesia menjadi salah satu pemasok terbesar ikan arwana ke China. Selain Indonesia, Malaysia dan Singapura turut menjadi negara pengekspor arwana ke negara tersebut.
Namun demikian, Gao menilai arwana asal Pontianak memiliki posisi yang sangat kuat di pasar internasional.
“Paling besar itu dari Pontianak, Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, permintaan impor arwana ke China terus meningkat setiap tahun. Ia menambahkan, arwana yang pernah menjuarai perlombaan umumnya mengalami kenaikan nilai jual yang signifikan karena dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya.
“Kalau ikan pernah juara lomba, biasanya harganya bisa naik sangat tinggi karena dipercaya membawa keberuntungan,” pungkasnya. (TR)
