PONTIANAK – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) menyiapkan skema pembiayaan daerah senilai lebih dari Rp600 miliar untuk mendukung pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat dalam melanjutkan program pembangunan di tengah berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan pembiayaan daerah menjadi salah satu fokus bisnis perseroan pada 2026 seiring menyusutnya ruang fiskal pemerintah daerah akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Tahun 2026 kami akan memaksimalkan pembiayaan daerah. Berkurangnya Transfer ke Daerah menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi peluang bagi Bank Kalbar untuk memberikan alternatif pembiayaan,” ujar Rokidi.
Menurut Rokidi, Bank Kalbar memiliki peran dalam mendukung pembangunan daerah karena mayoritas pemegang saham bank tersebut merupakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta pemerintah kabupaten dan kota di wilayah tersebut.
Ia mengatakan peran Bank Kalbar tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga sebagai bank pembangunan daerah yang dapat menyediakan berbagai skema pembiayaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rokidi mengungkapkan sejumlah pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan Bank Kalbar terkait rencana pembiayaan berbagai proyek prioritas, antara lain pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, dan program yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami memperkirakan nilai pembiayaan daerah yang dapat disalurkan mencapai lebih dari Rp600 miliar untuk pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Nilai tersebut masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” katanya.
Ia menegaskan seluruh proses pembiayaan akan dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent banking), melalui analisis kelayakan serta mempertimbangkan kemampuan fiskal masing-masing pemerintah daerah.
Menurut Rokidi, skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pelaksanaan proyek pembangunan dan berbagai program strategis daerah, termasuk peningkatan layanan publik, konektivitas antarwilayah, serta pengembangan sektor ekonomi.
Bank Kalbar menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyaluran pembiayaan sebagai bagian dari fungsi bank pembangunan daerah untuk mendukung pembangunan dan perekonomian di Kalimantan Barat.(ki)
