KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai merealisasikan penataan kawasan Pasar Sungai Kakap. Setelah menertibkan kios yang berdiri di atas saluran drainase, pemerintah akan membangun ruang terbuka hijau bernama Taman Paskap yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan penataan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Menurutnya, proses penataan dilakukan tanpa menggusur pedagang, melainkan memindahkan mereka ke kios yang telah disiapkan pemerintah.

“Kios-kios yang ada kita ratakan karena berdiri di atas saluran air. Pedagangnya tidak kita gusur, tetapi kita relokasi ke tempat yang lebih baik. Kiosnya kita siapkan dengan kondisi yang lebih bagus dan sementara ini diberikan secara gratis. Retribusi belum kita tarik, nanti setelah aktivitas perdagangan berjalan lancar baru kita pikirkan,” ujar Sujiwo, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan, pembongkaran kios dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran drainase sekaligus menyediakan ruang bagi pembangunan taman yang diharapkan menjadi ikon baru kawasan Pasar Sungai Kakap.

Area bekas kios tersebut akan dibangun menjadi Taman Paskap, akronim dari Pasar Kakap. Taman itu dirancang sebagai ruang terbuka hijau yang tidak hanya mempercantik kawasan pasar, tetapi juga menjadi ruang publik bagi masyarakat.

“Di area ini akan kita bangun taman. Namanya Taman Paskap. Letaknya sudah bagus, dekat dermaga, sehingga akan menjadi ruang publik yang menarik dan memperindah kawasan pasar,” katanya.

Selain membangun taman, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga akan menata lingkungan sekitar pasar, memperbaiki estetika kawasan, serta menjaga keterpaduan antara pasar, dermaga, dan bangunan di sekitarnya agar menjadi kawasan perdagangan yang lebih representatif.

Sujiwo menegaskan, keberhasilan program penataan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga memerlukan pengawasan dan dukungan seluruh perangkat daerah. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, hingga kepala desa untuk mengawal pelaksanaan program agar selesai sesuai target.

“Kita membuat program sekaligus menetapkan target penyelesaiannya. Kalau tidak dikawal, program bisa berhenti di tengah jalan. Itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sampai tuntas,” tegasnya.

Sujiwo optimistis wajah Pasar Sungai Kakap akan berubah setelah seluruh program penataan selesai. Ia berharap pembangunan dapat dirampungkan sebelum pelaksanaan tradisi Robo-Robo pada Agustus mendatang.

“Insya Allah bulan Agustus wajah Pasar Kakap sudah berubah. Saya minta seluruh jajaran mengawal pekerjaan ini sampai selesai karena masyarakat menunggu hasilnya,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan penataan kawasan Pasar Sungai Kakap, termasuk pembangunan Taman Paskap, selesai sebelum pelaksanaan tradisi Robo-Robo pada Agustus 2026. (TR)