KUBU RAYA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya menyatakan capaian imunisasi dasar lengkap di wilayah tersebut masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, cakupan imunisasi baru mencapai sekitar 50 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengatakan angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya melindungi kesehatan anak.
“Capaian imunisasi kita masih sekitar 50 persen. Ini harus terus ditingkatkan karena masih ada selisih yang cukup besar,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, rendahnya capaian imunisasi dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi anak.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah utama yang terus dilakukan agar kesadaran orang tua meningkat.
“Jika masyarakat sudah memahami pentingnya imunisasi, maka mereka akan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Dari sisi layanan, Iwansyah menyebut akses imunisasi saat ini relatif mudah dijangkau. Pelayanan tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), polindes, hingga posyandu yang tersebar di desa-desa.
“Layanan sudah kita buka seluas-luasnya. Tinggal bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa imunisasi berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit menular yang berisiko menyebabkan kecacatan hingga kematian pada anak.
Beberapa jenis imunisasi yang cakupannya masih rendah antara lain imunisasi campak serta DPT-HB-Hib yang dinilai masih memerlukan perhatian lebih.
Iwansyah mengajak para orang tua untuk aktif membawa anak ke posyandu atau fasilitas kesehatan guna mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
“Bayi dan balita sangat bergantung pada peran orang tua. Mereka harus diantar untuk mendapatkan imunisasi, sementara jadwal posyandu umumnya hanya sebulan sekali,” ujarnya.(TR)
