PONTIANAK – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar yang belakangan menjadi perhatian publik di Kalimantan Barat memunculkan beragam respons dari berbagai pihak.
Di tengah situasi tersebut, Ketua IKA SMANSA yang juga Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menekankan pentingnya pendampingan dan pembinaan terhadap para siswa.
Hal itu disampaikan saat jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Ikatan Alumni SMANSA (IKA SMANSA) menyambut kedatangan Josepha atau Ocha bersama tim di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kamis (14/5/2026).
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, serta Ketua IKA SMANSA, Windy Prihastari.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pihak menyampaikan apresiasi terhadap keberanian para siswa dalam menyampaikan pendapat yang dinilai sebagai bagian dari upaya menjunjung nilai kejujuran dan kebenaran.
Selain itu, sikap para siswa juga dinilai menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam membangun karakter serta integritas generasi muda.
Sekda Kalbar Harisson menegaskan bahwa pemerintah daerah menghormati setiap proses dan keputusan yang diambil pihak sekolah.
Menurutnya, pihak sekolah memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap kondisi siswa, baik dari sisi akademik maupun perkembangan psikologis yang saat ini menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, Windy Prihastari turut mengapresiasi kepala sekolah dan para guru yang dinilai tetap konsisten mendampingi para siswa selama proses berlangsung.
Ia menegaskan bahwa peran pendidik sangat penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan dengan baik serta tetap mengedepankan kepentingan siswa.
Di tengah ramainya perhatian publik terhadap polemik LCC Empat Pilar, pendekatan pendampingan terhadap siswa dinilai penting agar proses pendidikan tetap berjalan secara sehat dan tidak berdampak terhadap kondisi mental para pelajar.(ki)
