PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan dukungan terhadap pengembangan komoditas ikan siluk atau arwana sebagai salah satu produk ekspor unggulan daerah.
Ria Norsan menilai arwana tidak hanya sebagai ikan hias, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta membuka lapangan kerja.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, kata dia, akan memberikan dukungan, khususnya dalam mengatasi kendala yang dihadapi pelaku usaha, seperti perizinan dan distribusi.
“Kami mendorong agar arwana Kalbar dapat menembus pasar global lebih luas. Pemerintah perlu memastikan pelaku usaha tidak terhambat oleh proses birokrasi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Kalbar akan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat proses sertifikasi serta dokumen pengangkutan agar lebih efektif dan efisien.
Selain itu, promosi arwana asal Kalbar akan ditingkatkan melalui partisipasi dalam pameran internasional dan penguatan akses pasar ke berbagai negara, terutama di kawasan Asia Timur dan Eropa.
Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas melalui riset, termasuk menjaga kemurnian genetik arwana lokal agar tetap kompetitif di pasar global.(TR)
