KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mematangkan rencana pembangunan pasar induk modern di kawasan Pasar Melati, Desa Parit Baru.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan kunjungan tim dari Kementerian Perdagangan merupakan tindak lanjut atas usulan pembangunan yang sebelumnya telah diajukan dan kini memasuki tahap pematangan.
“Hari ini saya mendampingi perwakilan Kementerian Perdagangan untuk melakukan identifikasi lapangan. Ini bagian dari tindak lanjut usulan, dan hingga saat ini persiapan pembangunan pasar induk sudah sangat matang,” ujarnya saat peninjauan, Senin (20/4/2026).
Menurut Sujiwo, pembangunan pasar induk dinilai mendesak mengingat kondisi Pasar Melati yang telah beroperasi sekitar 35 tahun dan tidak lagi memadai dari berbagai aspek.
“Secara keseluruhan, sudah saatnya dilakukan pembangunan pasar baru. Lokasinya tetap di area Pasar Melati dengan luas hampir satu hektare,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar dokumen pendukung telah disiapkan. Saat ini, tersisa dua dokumen yang masih dalam proses penyelesaian, yakni Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
“Kami menargetkan dua dokumen tersebut segera rampung. Koordinasi telah dilakukan bersama Sekretaris Daerah dan organisasi perangkat daerah terkait,” katanya.
Sujiwo menilai proyek pembangunan pasar induk memiliki potensi yang kuat, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Ia menyebut lebih dari 55 persen pasokan komoditas di Pasar Induk Pelamboyan, Kota Pontianak, berasal dari wilayah Kubu Raya.
“Hal ini menunjukkan pasokan cukup stabil. Dari sisi permintaan, aktivitas perdagangan di kawasan ini juga sangat tinggi setiap harinya,” ungkapnya.
Ia memastikan pedagang lama akan menjadi prioritas dalam penempatan di pasar baru guna meminimalkan potensi konflik sosial.
“Seluruh pedagang lama akan diakomodasi. Sementara untuk pedagang baru akan dilakukan pendataan dan verifikasi secara ketat,” tegasnya.
Pasar induk yang direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga mengusung konsep modern dengan fasilitas pendukung, seperti ruang terbuka hijau, jalur joging, area bermain anak, serta kawasan tepi air (waterfront).
“Kami ingin menghadirkan pasar yang nyaman, bersih, dan representatif bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan, Andry E. Prastyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti usulan pembangunan tersebut dengan estimasi anggaran sekitar Rp30 miliar.
“Kami melakukan identifikasi lapangan dan akan menyusun justifikasi teknis yang mencakup kelayakan administrasi dan teknis sebelum rekomendasi diterbitkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil justifikasi teknis tersebut akan menjadi dasar bagi Kementerian Perdagangan untuk memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna proses lanjutan, termasuk penganggaran.
“Diharapkan seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga pembangunan pasar induk di Kubu Raya segera terealisasi,” pungkasnya.(TR)
