PONTIANAK — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing seiring pengembangan Kota Pontianak sebagai destinasi eco sport tourism.

Penguatan pengawasan dilakukan melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dengan meningkatkan koordinasi lintas instansi. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando, mengatakan bahwa pengawasan keimigrasian tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga perlu menyesuaikan dengan dinamika perkembangan daerah.

“Seiring meningkatnya potensi kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dalam kegiatan olahraga dan wisata berbasis alam, pengawasan perlu dilakukan secara kolaboratif, terukur, dan humanis,” ujarnya.

Pengembangan kawasan waterfront city, termasuk penyediaan jalur sepeda serta penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional, dinilai berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Pontianak.

Kondisi tersebut dinilai membawa peluang sekaligus tantangan dalam pengawasan keimigrasian. Melalui Timpora, sinergi antarinstansi diwujudkan melalui pertukaran data dan informasi, operasi gabungan, serta deteksi dini terhadap potensi pelanggaran.

Imigrasi Pontianak menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan guna menjaga ketertiban serta mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata.(Ki