PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan melalui pelestarian budaya. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno yang dirangkaikan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Gang Bima Sakti 3, Kelurahan Siantan Hulu, Kota Pontianak, Senin (22/6/2026).
Dalam sambutannya, Norsan mengapresiasi keluarga besar Paguyuban Jawa Kalimantan Barat yang dinilai konsisten melestarikan tradisi dan budaya leluhur selama lebih dari enam dekade. Menurutnya, keberlangsungan Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno hingga usia 62 tahun menjadi bukti kuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
Pada peringatan tersebut, masyarakat disuguhi pertunjukan wayang kulit dengan lakon “Bardahe Lakopolo” yang dibawakan dalang Ki Saminggun Anggit Purwoko dari Kebumen, Jawa Tengah. Norsan menilai kesenian wayang kulit tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai moral dan pendidikan bagi masyarakat.
“Wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan yang mengandung nilai-nilai luhur kehidupan. Filosofi Memayu Hayuning Bawana yang diusung Kesenian Maju Tresno mengajarkan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya sebagai bagian dari upaya memperindah kehidupan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama.
Selain itu, Norsan juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang menjadi rangkaian peringatan HUT Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno, seperti sunatan massal dan kirab budaya. Kegiatan tersebut dinilai mencerminkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial yang menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita memiliki keberagaman yang harus dijadikan kekuatan bersama. Perbedaan jangan menjadi pemisah, tetapi justru menjadi perekat persatuan dan modal untuk membangun Kalimantan Barat yang semakin maju,” katanya.
Peringatan HUT ke-62 Kesenian Kuda Kepang Maju Tresno berlangsung meriah dengan dihadiri masyarakat, tokoh budaya, serta sejumlah tokoh daerah yang turut memberikan dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional di Kalimantan Barat.(TR)
