PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam menjaga keharmonisan sekaligus mengawasi penggunaan media sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Harmonisasi Kerukunan Umat yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan halalbihalal dan berlangsung di Aula Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, Senin (6/4/2026).
Dalam sambutannya, Norsan menyoroti tantangan yang dihadapi keluarga di era digital, khususnya terkait derasnya arus informasi di media sosial yang berpotensi disalahgunakan.
Menurut dia, kemajuan teknologi di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain juga membuka peluang penyebaran paham intoleransi, radikalisme, serta konten negatif yang dapat memengaruhi generasi muda.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sepanjang 2025 terdapat lebih dari 21 ribu konten media sosial yang mengandung unsur intoleransi dan radikalisme.
“Hal ini menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi dengan baik, baik melalui regulasi maupun penguatan peran keluarga sebagai benteng utama,” ujarnya.
Norsan juga menekankan pentingnya peran ibu, khususnya anggota DWP, dalam membimbing serta mengawasi anak, terutama dalam penggunaan perangkat digital.
Menurutnya, kedekatan orang tua dengan anak di lingkungan keluarga menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter sekaligus membatasi akses terhadap konten yang tidak layak.
“Keluarga adalah fondasi utama. Dari rumah, nilai moral, etika, dan agama ditanamkan. Ini lebih penting dibandingkan sekadar kemampuan menguasai teknologi,” katanya.
Ia berharap keluarga di Kalimantan Barat mampu menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh kasih sayang, serta menjadi tempat tumbuhnya generasi berakhlak baik.
Lebih lanjut, Norsan mengajak seluruh peserta seminar untuk memperkuat peran keluarga dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
Menurutnya, keharmonisan keluarga dapat menjadi benteng efektif dalam mencegah masuknya paham menyimpang di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara DWP Kalbar.
Seminar tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, akademisi, serta anggota DWP dari berbagai kabupaten/kota yang membahas strategi pencegahan radikalisme dan penguatan nilai kebangsaan melalui peran keluarga.(Ki)
