KAYONG UTARA – Bank Kalbar menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Gema Membangun Desa (GMD) Ke-3 Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Desa Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pemberdayaan potensi lokal.
Dalam rangkaian kegiatan GMD, Bank Kalbar turut berpartisipasi sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap program pembangunan desa yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kehadiran Bank Kalbar diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Bupati Mempawah, Erlina. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong percepatan pembangunan desa.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan daerah, termasuk melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan akses layanan keuangan bagi masyarakat.
“Bagi Bank Kalbar, membangun desa berarti membangun masa depan Kalimantan Barat. Karena itu, kami hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra pembangunan yang siap menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat UMKM, dan menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Rokidi.
Menurutnya, partisipasi Bank Kalbar dalam Gema Membangun Desa merupakan bagian dari komitmen perusahaan sebagai Bank Pembangunan Daerah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan potensi desa.
Melalui dukungan tersebut, Bank Kalbar berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pembangunan desa mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.(TR)
