KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyebutkan sekitar lima unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah terbangun di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kini mendorong penyelesaian tahapan administrasi dan verifikasi agar koperasi tersebut dapat segera beroperasi.
Sukiryanto mengatakan, verifikasi telah dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan kesiapan masing-masing KDMP. Pemeriksaan mencakup kelengkapan persyaratan administrasi, status lahan, serta Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
“Alhamdulillah, untuk di Kubu Raya, KDMP yang sudah terbangun kurang lebih lima. Kemarin kita sudah melakukan verifikasi per OPD untuk memastikan persyaratannya sudah lengkap, termasuk persyaratan pembebasan lahan dan SLF,” ujar Sukiryanto saat diwawancarai di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, proses verifikasi dan pemenuhan persyaratan tersebut berjalan lancar. Pemkab Kubu Raya berharap koperasi yang telah memenuhi ketentuan dapat segera diresmikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Menurut Sukiryanto, keberadaan KDMP diharapkan dapat memperluas akses masyarakat, terutama di wilayah perdesaan, terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Ia menilai, koperasi tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif tempat berbelanja bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perdagangan.
“Saya yakin kalau di kota, masyarakat mungkin tidak terlalu memerlukan KDMP. Tetapi kalau di daerah, keberadaannya sangat dinantikan,” katanya.
Sukiryanto juga berharap KDMP dapat menyediakan berbagai kebutuhan pokok melalui sistem penjualan grosir. Dengan skema tersebut, koperasi diharapkan mampu menawarkan harga yang kompetitif bagi masyarakat.
Selain mendekatkan akses terhadap barang kebutuhan sehari-hari, keberadaan KDMP diharapkan dapat memberikan alternatif berbelanja yang lebih terjangkau bagi warga di wilayah perdesaan.
“Harapan kita bersama, KDMP ini bisa membantu masyarakat supaya belanjanya lebih dekat dan lebih murah,” tambahnya.
Meski demikian, manfaat tersebut akan bergantung pada kesiapan operasional koperasi, ketersediaan barang, serta kemampuan pengelola dalam menjaga harga dan keberlanjutan usaha.(TR)
